Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kunci Jawaban Marsudi Basa Lan Sastra Jawa Kelas 7

Apakah Anda sedang mempelajari Marsudi Basa Lan Sastra Jawa di kelas 7 dan mencari kunci jawaban untuk mendukung belajar Anda? Artikel ini akan memberikan panduan yang komprehensif dan SEO-optimized tentang kunci jawaban Marsudi Basa Lan Sastra Jawa kelas 7.

Apa itu Marsudi Basa Lan Sastra Jawa?

Marsudi Basa Lan Sastra Jawa adalah mata pelajaran dalam kurikulum bahasa Jawa di Indonesia. Mata pelajaran ini ditekankan pada kemampuan berbahasa Jawa yang baik dan benar, serta mempelajari sastra Jawa sebagai sejarah dan budaya bangsa.

Memahami Marsudi Basa Lan Sastra Jawa merupakan hal penting bagi generasi muda Indonesia untuk memperkaya dan mempertahankan identitas budaya dan bahasa Indonesia.

Struktur Kurikulum Marsudi Basa Lan Sastra Jawa Kelas 7

Kurikulum Marsudi Basa Lan Sastra Jawa Kelas 7 terdiri dari empat ranah pembelajaran:

  1. Ranah berbahasa Jawa
  2. Ranah analisis teks
  3. Ranah berkarya
  4. Ranah penghayatan dan pengalaman estetika sastra

Ranah berbahasa Jawa mencakup pembelajaran tentang struktur bahasa Jawa, tata bahasa, dan penggunaan bahasa Jawa yang tepat. Ranah analisis teks melibatkan pembelajaran tentang bagaimana menganalisis teks sastra Jawa, termasuk puisi dan prosa. Ranah berkarya melibatkan kegiatan menulis kreatif, dalam bentuk cerita pendek, puisi, atau sastra lainnya. Ranah penghayatan dan pengalaman estetika sastra melibatkan pembelajaran tentang pemahaman dan apresiasi terhadap sastra Jawa sebagai bagian dari budaya dan sejarah Indonesia.

Berikut ini adalah kunci jawaban untuk beberapa indikator dalam masing-masing ranah pembelajaran:

Ranah Berbahasa Jawa

Indikator 1.1: Menggunakan tata bahasa Jawa yang benar pada kalimat sederhana

Kunci Jawaban:

Tata bahasa Jawa yang benar pada kalimat sederhana meliputi pemilihan kata benda yang tepat, penggunaan kata ganti yang sesuai, dan penggunaan kata kerja yang benar pada kalimat yang sesuai dengan subjek dan objek. Contoh:

Ngoko: "Aku arep nang kono" (Saya akan ke sini)

Madya: "Kulo badhe nyaos nang kono" (Saya akan pergi ke sini)

Krama: "Kula badhe nampi tansah nang kono" (Saya akan segera pergi ke sini)

Indikator 1.2: Menggunakan kata-kata serapan yang tepat dari bahasa Jawa

Kunci Jawaban:

Dalam penggunaan kata-kata serapan dari bahasa Jawa, penting untuk memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan konteks kalimat. Contoh:

Ngoko: "Sakjane aku sugih sedino" (Sebenarnya saya kaya sehari)

Madya: "Sebetulnya kula lumayan dhuwit siji-dino" (Sebetulnya saya cukup kaya sehari-hari)

Krama: "Sesungguhnya saya memiliki kekayaan yang mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari" (Sesungguhnya saya cukup kaya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari)

Ranah Analisis Teks

Indikator 2.1: Menganalisis unsur intrinsik teks sastra Jawa

Kunci Jawaban:

Menganalisis unsur intrinsik teks sastra Jawa meliputi memahami unsur-unsur seperti tema, alur, karakter, dan latar. Contoh analisis unsur intrinsik pada puisi "Kembang Suling":

•Tema: Mengungkapkan rasa cinta seorang pria kepada wanita yang dicintainya.

•Alur: Puisi "Kembang Suling" memiliki alur yang bersifat deskriptif, menjelaskan cinta seorang pria kepada wanita yang dicintainya.

•Karakter: Karakter utama dalam puisi "Kembang Suling" adalah seorang pria yang mencintai seorang wanita.

•Latar: Latar dalam puisi "Kembang Suling" adalah alam pedesaan yang indah dan sejuk.

Indikator 2.2: Mengungkapkan makna teks sastra Jawa

Kunci Jawaban:

Makna teks sastra Jawa meliputi pesan moral, kebijaksanaan, atau pengalaman hidup yang terkandung dalam sebuah teks sastra. Contoh:

Pada cerita "Lutung Kasarung", tokoh utama Lutung Kasarung memiliki sifat rendah hati dan selalu membantu orang lain. Pesan moral yang dapat diambil dari cerita ini adalah bahwa kebaikan hati dan sikap rendah hati selalu dibalas dengan kebaikan dan berkah dari Tuhan.

Ranah Berkarya

Indikator 3.1: Menulis puisi dengan tema dan bentuk puisi tertentu

Kunci Jawaban:

Menulis puisi dengan tema dan bentuk puisi tertentu meliputi pemilihan tema yang tepat dan sesuai dengan bentuk puisi Jawa yang diinginkan. Contoh:

Tema: Alam

Bentuk puisi Jawa: Gending

Contoh:

Gending Jawa

Tentremmu kasenting,
Kembang pekayonmu, kadung kopi,
Guritamu, ceritamu

Indikator 3.2: Menulis cerita pendek dengan teknik pengembangan cerita

Kunci Jawaban:

Menulis cerita pendek dengan teknik pengembangan cerita meliputi penggunaan teknik pembukaan cerita, pengenalan tokoh, peristiwa konflik, klimaks, dan resolusi cerita. Contoh:

Cerita Pendek: Si Kancil dan Buaya

Pembukaan Cerita: Si Kancil sedang mencari makanan di tepi sungai.

Pengenalan Tokoh: Si Kancil merupakan tokoh cerita yang cerdik dan pandai.

Peristiwa Konflik: Si Kancil bertemu dengan buaya yang ingin memangsa si kancil.

Klimaks: Si Kancil membujuk buaya untuk menunjukkan si kancil bagaimana buaya bisa berubah menjadi kecantikan.

Resolusi Cerita: Si Kancil berhasil lolos dari cengkeraman buaya dan kembali ke rumah dengan selamat.

Ranah Penghayatan dan Pengalaman Estetika Sastra

Indikator 4.1: Menunjukkan penghayatan terhadap budaya Jawa melalui kesenian Jawa

Kunci Jawaban:

Menunjukkan penghayatan terhadap budaya Jawa melalui kesenian Jawa meliputi apresiasi terhadap seni tradisional Jawa seperti wayang kulit, gamelan, tari Jawa, dan lain-lain. Contoh:

Wayang Kulit

Wayang kulit adalah seni tradisional Jawa yang sangat terkenal. Wayang kulit biasanya dimainkan pada malam hari dalam upacara adat atau pesta rakyat.

Selain itu, gamelan juga merupakan seni tradisional Jawa yang penting. Instrumen gamelan umumnya terdiri dari gong, bonang, saron, kenong, dan lain-lain.

Kesimpulan

Artikel ini telah memberikan panduan yang komprehensif dan SEO-optimized tentang kunci jawaban Marsudi Basa Lan Sastra Jawa kelas 7. Mempelajari Marsudi Basa Lan Sastra Jawa merupakan hal penting bagi generasi muda Indonesia untuk memperkaya dan mempertahankan identitas budaya dan bahasa Indonesia. Selamat belajar!

Related video of Kunci Jawaban Marsudi Basa Lan Sastra Jawa Kelas 7: Semua yang Perlu Anda Ketahui!