Kunci Jawaban Wow Ahu Tongariki
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, salah satunya adalah keberadaan situs-situs peninggalan budaya. Salah satu situs peninggalan budaya yang menjadi kebanggaan Indonesia adalah Ahu Tongariki. Untuk mengenal lebih dalam tentang situs yang terletak di Pulau Paskah tersebut, kita bisa mencari kunci jawaban Wow Ahu Tongariki.
Ahu Tongariki – Situs Peninggalan Budaya di Pulau Paskah
Ahu Tongariki merupakan situs peninggalan budaya yang terletak di Pulau Paskah atau Rapa Nui, sebuah pulau kecil yang terletak di tengah Pasifik. Situs ini terdiri dari sejumlah patung batu yang disebut moai yang dibuat oleh suku Rapa Nui pada zaman dahulu kala. Moai adalah patung batu setinggi manusia yang dibuat oleh suku Rapa Nui sekitar 1250-1500 Masehi.
Ahu Tongariki adalah situs dengan jumlah moai terbanyak dan terbesar di antara situs-situs sejenis di Pulau Paskah. Terdapat 15 moai yang tertata rapih dan menghadap ke laut. Dahulu kala, situs ini memiliki peran penting dalam ritual keagamaan suku Rapa Nui.
Sekarang, Ahu Tongariki menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Paskah. Situs ini telah menjadi salah satu situs UNESCO World Heritage Site sejak tahun 1995.
Kunci Jawaban Wow Ahu Tongariki
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Ahu Tongariki, berikut ini adalah beberapa kunci jawaban Wow Ahu Tongariki:
- Bagaimana cara menuju ke Ahu Tongariki?
- Apa saja jam buka dan harga tiket masuk ke Ahu Tongariki?
- Bagaimana sejarah pembuatan moai di Ahu Tongariki?
- Apakah ada legenda yang berkaitan dengan Ahu Tongariki?
Ahu Tongariki terletak di tepi pantai di sisi timur Pulau Paskah, sekitar 18 km dari ibu kota Hanga Roa. Untuk mencapai situs ini, Anda bisa menggunakan taksi, mobil sewaan, atau tur. Jika Anda ingin menjelajah Pulau Paskah dengan lebih leluasa, Anda bisa menyewa sepeda atau skuter.
Ahu Tongariki buka setiap hari dari pukul 9 pagi hingga 5 sore. Untuk memasuki situs ini, pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk senilai sekitar 60.000-70.000 Pesos Chile (sekitar 300-350 ribu Rupiah).
Suku Rapa Nui mulai membuat moai sekitar tahun 1250 Masehi. Moai dibuat dari batu vulkanik di kawah Rano Raraku, sebuah gunung berapi yang terletak sekitar 18 km dari Ahu Tongariki. Proses pembuatan moai sangat kompleks dan membutuhkan waktu yang lama. Para pembuat moai harus mengukir batu vulkanik dengan alat yang terbuat dari batu.
Menurut legenda suku Rapa Nui, moai adalah wujud dari para leluhur yang sudah meninggal. Moai di Ahu Tongariki dianggap sebagai wujud dari roh-raoh orang yang pernah tinggal di Pulau Paskah. Konon, para leluhur tersebut akan datang kembali ke Pulau Paskah pada saat tertentu dan mengunjungi moai yang mereka buat sebagai wujud penghormatan dan rasa syukur.
Kesimpulan
Ahu Tongariki adalah situs peninggalan budaya yang menjadi kebanggaan Indonesia. Situs ini memiliki jumlah moai terbanyak dan terbesar di antara situs sejenis di Pulau Paskah. Ahu Tongariki menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Paskah. Dengan mengetahui kunci jawaban Wow Ahu Tongariki, Anda bisa mengenal lebih dalam tentang sejarah dan keunikan situs ini.